Ditjen Udara Tegas Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penerbangan
Senin, 23 Juli 2018

Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa mengambil langkah tegas terhadap pelaku tindak pidana penerbangan yang berpotensi membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Langkah tegas tersebut ditindaklanjuti unit kerja terkait yaitu Penyidik Pegawai Negeri Sipil Direktorat Jenderal Perhubungan Udara berkoordinasi dengan Penyidik Polri melalui Korwas PPNS Kepolisian Republik Indonesia.

“Langkah tegas diambil untuk memberi efek jera dan sebagai peringatan kepada masyarakat luas untuk tidak melakukan hal serupa,” jelas Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso di Jakarta, Senin (23/7/2018).

Keselamatan dan keamanan adalah hal yang utama dalam penerbangan. Pihaknya tidak mentolerir siapapun juga untuk bermain-main dengan hal tersebut karena hal ini menyangkut nyawa manusia. Termasuk pelaku tindak pidana penerbangan di dalam pesawat, akan diproses sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku di dunia penerbangan.

Agus memaparkan ada dua kasus tindak pidana penerbangan oleh warga negara Eropa yang saat ini sedang diproses secara hukum. Pertama perbuatan penyampaian informasi palsu mengenai bom yang dilakukan oleh tersangka MDR. Kedua terhadap tersangka JMB yang melanggar tata tertib selama penerbangan berlangsung dan mengganggu kententraman, dengan cara berbicara tidak sopan, bersuara keras serta menolak berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol.

“Tersangka MDR menyampaikan informasi palsu berupa ujaran terkait bom dalam pesawat udara Wings Air nomor penerbangan IW 1899 Rute Labuan Bajo-Denpasar tanggal 21 Juni 2018. Ujaran tersebut dilontarkan pada saat penumpang pesawat udara tersebut dalam proses boarding,” paparnya.

Saat itu salah satu penumpang yang membawa tas box kuning ditanya isi tasnya, tersangka yang berada di belakang penumpang tersebut mengatakan “Bombs”. Ujaran itu didengar Pramugari dan petugas darat yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada otoritas bandara setempat dan dilanjutkan kepada Pihak Berwajib.

Terhadap MDR, disangka melanggar Pasal 437 Ayat (1) dan/atau (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Sementara itu ditambahkan Agus, tersangka kedua yakni JMB melanggar tata tertib selama penerbangan berlangsung dan mengganggu kententraman dengan cara berbicara tidak sopan, bersuara keras serta menolak berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol.

“Hal tersebut dilakukan di dalam pesawat udara Indonesia AirAsia nomor penerbangan QZ 545 rute Perth-Denpasar pada saat penerbangan berlangsung pada 8 Mei 2018,” imbuh dia.

Pada saat itu, Tersangka yang duduk di kursi nomor 24 F, diketahui oleh Pramugari telah berteriak dan berkata kasar serta mengkonsumsi minuman beralkohol milik tersangka yang dibeli di area “duty free” bandara Perth. Tersangka menolak untuk mematuhi perintah Pramugari yang telah memperingatkan yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan dalam penerbangan. Perbuatan tersangka tersebut telah melanggar tata tertib penerbangan dan mengganggu ketenteraman penumpang lain.

Terhadap JMB, disangka melanggar Pasal 412 Ayat (2) dan/atau Pasal 412 (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

“Atas dua peristiwa tersebut sudah ditindaklanjuti oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Terhadap tersangka MDR prosesnya sudah sampai ketahap penyerahan berkas perkara kepada Kejaksaan Negeri Manggarai Barat untuk proses lanjut ke tahap berikutnya. Sedangkan berkas perkara tersangka JMB telah diserahkan kepada Kejaksaan Tinggi Denpasar Bali dan telah dinyatakan lengkap (P-21) dan akan dilanjutkan dengan penyerahan tersangka dan barang bukti. Terhadap kedua tersangka tidak dilakukan penahanan, namun sebagai penjamin maka PPNS berkoordinasi dengan Penasihat Hukum Tersangka,” ujar Agus.

Terkait dengan hal ini, Agus mengimbau pada masyarakat agar tidak bermain-main dan melakukan tindakan yang dapat mengganggu dan membahayakan keselamatan penerbangan sipil.

“Apa yang kami lakukan ini memang untuk memberi efek jera pada para pelaku. Namun di sisi lain, ini juga merupakan pembelajaran dan peringatan kepada masyarakat agar tidak menirunya walaupun itu hanya berupa candaan serta agar masyarakat dapat mematuhi peraturan dan tata tertib penerbangan baik di Pesawat. Karena kita akan memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku,”.

Sumber : http://beritatrans.com/2018/07/23/ditjen-udara-tegas-terhadap-pelaku-tindak-pidana-penerbangan/

Komentar